Rabu, 26 Februari 2025, tepat pukul 09.00 para siswa SMPIT Insantama sudah mulai memadati aula untuk mengikuti kegiatan munggahan
Munggahan ini merupakan tradisi orang Sunda yang intinya adalah silaturahmi, saling maaf-memaafkan dan makan bersama sebagai bentuk rasa bahagia karena akan kedatangan bulan agung dan mulia yakni bulan Ramadhan. Adapun rangkaian kegiatan munggahan ini adalah (1) Tausiyah, pesan, atau motivasi Ramadhan dari para guru dan karyawan, (2) Tanda tangan komitment bersama untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan iman dan taqwa, (3) Mushofahah atau maaf-maafan, (4) dan puncaknya adalah makan siang bersama
Pada kesempatan itu, Ibu Shinta Dwi Santika, S.Pd, menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum perubahan bagi kita, perubahan menuju yg lebih baik. Perubahan ini ibarat ulat yang kadang menjijikan kemudian berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu yang cantik, indah, nan penuh warna. Itulah ramadhan, harus mampu mengubah kita menjadi orang yang shaleh, orang yang disenangi dan di banggakan oleh siapapun serta mampu memberi manfaat bagi sesama, pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Sulaeman, S.Pd mengatakan bahwa salah satu orang yang di rindukan surga adalah orang yang senantiasa menjaga Al-Qur’an. Yang dimaksud dengan menjaga Al-Qur’an adalah orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an, memahami, dan mengamalkannya. Oleh karena itu, mari kita hidupkan bulan Ramadhan dengan senantiasa membaca Al-Qur’an setiap hari, jika perlu kita buatkan program one day one juz dengan pendekatan metode T.E.S, sehingga selama Ramadhan kita bisa khatam Al-Qur’an, subhanallah.
Bapak Yayat Rudiat, S.Pd.I selaku kepala SMPIT Insantama Banjar manyampaikan bahwa kita sebagai umat Islam yang beriman wajib bersyukur kepada Allah SWT karena bulan Ramadhan akan segera tiba, sebagai bukti rasa syukur tersebut adalah dengan senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah kita khususnya di bulan Ramadhan
Setelah sesi tausiyah selesai, dilanjutkan dengan tandatangan komitment keluarga besar SMPIT Insantama untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan iman dan taqwa, setelah tandatangan selesai dilanjutkan acara puncak yaitu munggahan (makan bersama)
Setelah itu, guru dan siswa bermushofahah atau maaf-maafan dengan harapan sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, hati dan pikiran kita menjadi bersih hingga ibadah kita khususnya di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT, subhanallah.