SDIT Insantama Kota Banjar kembali mengadakan kegiatan Outbound di Dusun Sukamukti, Tepatnya di ekowisata Batupeti Kota Banjar, Selasa (27/08/24). Kepala Sekolah Lukman Hakim S.S mengatakan kegiatan yang menjadi agenda tahunan sekolah ini sebagai bentuk pembelajaran ananda semua untuk melatih kemandirian anak, karena dengan outbound mampu menstimulasi anak menjadi generasi yang mandiri, tangguh dan pemberani.
“Selain itu sekaligus sebagai pembelajaran secara langsung di alam terbuka sesuai tema pembelajaran,” ujarnya.
Bapak Ma’arif Apriadi, S.H selaku PJ Outbound kali ini memaparkan kegiatan ini diikuti siswa kelas1 dan siswa pindahan. “Meski dikemas dalam bentuk permainan, kegiatan outbound tidak melulu bersifat having fun atau sekadar bersenang-senang tanpa makna. Dalam kegiatan tersebut, semua siswa diharuskan mentaati sejumlah peraturan tertentu dan menyelesaikan berbagai misi dalam setiap permainan”.
Semua siswa tampak sumringah mengikutinya. Meski ada satu atau dua siswa yang enggan untuk ikut serta dalam kegiatan outbound dengan alasan takut. “Ana takut” sahut Fatimah saat di ajak untuk ikutan melakukan Fliying Fox. Namun berkat bimbingan dan arahan yang diberikan oleh bapak ibu guru akhirnya dengan langkahnya berhasil untuk ikutan melakukan tantangan Flying Fox tersebut.
semua siswa menikmati satu demi satu kegiatan dengan riang gembira. “Saya senang pak di sini, seru-seru permainannya,” ujar Ghaisan Akhtar Elfarezky.
Ragam Kegiatan
Pak Rezwin Noviadi, S.Pd menjelaskan jenis-jenis permainan yang akan dilakukan dalam kegiatan outbond kali ini antara lain Flying Fox, Melintas air, Bermain Perahu angsa dan Melintas seutas tali.
“Setiap permainan mengondisikan siswa untuk mengembangkan kecakapan sosial emosionalnya seperti keberanian, ketangkasan, kecerdasan, dan kepercayaan diri,” katanya.
Selain itu lanjutnya, kegiatan outbond juga ditujukan agar siswa dapat lebih menghormati dan menghargai orang lain dan alam sekitar, melatih tanggung jawab, melatih kerjasama, dan meningkatkan motivasi berkompetisi siswa secara positif.
Pak Rezwin berharap ke depannya siswa mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri terhadap diri sendiri dari segala aspek baik ibadah, sikap, maupun akhlak serta harus memiliki rasa malu terhadap sikap yang kurang baik, rasa malu terhadap ibadah yang masih kurang tepat dan perilaku buruk lainnya,” tandasnya. (*)